Bintangku 

Karakter Melahirkan Prestasi Gemilang

Sebagai mahasiswa fakultas humaniora yang memilih profesi pengajaran, penempatan praktik kerja lapangan ini cukup membuat saya bersyukur sekaligus tertegun. Bagaimana tidak, Madrasah Tsanawiyah 1 kota Malang lagi-lagi telah mencetak banyak prestasi baik tingkat nasional maupun internasional. Saya penasaran apa yang menjadi kunci dan rahasia madrasah ini bisa melahirkan siswa-siswi yang berprestasi dalam bidang akademik maupun non akademik. Disamping basic saya yang bukan mahasiswa fakultas pendidikan, bekal dan persiapan yang matang harus dipersiapkan dengan baik sebelum benar-benar terjun ke lapangan. Alhamdulillah prodi sangat memahami kami sebagai siswanya. Kami diberi bekal yang cukup sebelum terjun ke lapangan yang sesungguhnya. Mulai dari perangkat pembelajaran, metode pembelajaran, desain pembelajaran, hingga evaluasi pembelajaran. Sebenarnya ilmu ini sudah kami pelajari di bangku perkuliahan semester sebelumnya. Namun bagi saya, masih belum cukup dan membutuhkan pengalaman lebih banyak lagi.

Kembali ke topik awal, rasa percaya diri dan optimis harus tetap tertanam dalam diri. Selain materi pelajaran, kematangan mental juga harus dipersiapkan sebelum memasuki ruang kelas. Lingkungan baru dengan siswa dan guru teladan, pelayanan maksimal, fasilitas terpenuhi yang akan memberi saya dan teman-teman praktikan banyak pengalaman baru. Menjadi guru memang banyak tuntutan bukan?. Karena pekerjaan mulia hanya bisa diampu oleh orang mulia, dengan pahala yang mulia pula. Bangun lebih pagi, untuk menyambut siswa dengan menerapkan pola 3S (Senyum, Sapa, Salam). Hal ini merupakan kebiasaan yang menjadi kesan pertama saya berada di sekolah ini. Rutinitas tiap pagi yang dilakukan siswa maupun guru di pintu masuk Madrasah Tsanawiyah 1 kota Malang. Mengawali pagi hari dengan hal positif yang akan berdampak positif pula pada aktivitas lainnya. Kegiatan belajar mengajar dimulai pada pukul 07.00 WIB. Saya dan teman-teman praktikan bertempat di ruang basecamp khusus sebagai kantor sementara untuk berdiskusi mempersiapkan pembelajaran dan beristirahat. Hari pertama dan kedua kami manfaatkan untuk berdiskusi dengan guru pamong serta memeriksa keadaan kelas. Terkait format perangkat pembelajaran sesuai dengan apa yang sudah ditentukan bagian kurikulum. Guru pamong memberikan kebebasan bagi kami untuk mengkreasikan dan menginovasikan media pembelajaran. Tentunya dengan tetap menyampaikan tema yang tercantum dalam silabus dan rancangan pelaksanaan pembelajaran.

Usia siswa-siswi MTsN sudah bisa dibilang menuju remaja akhir, namun juga masih memiliki jiwa anak-anak. Yang mana jiwa ingin bermain-main, canda tawa, kurangnya rasa malu, bisa juga masih tersisa dalam jiwa mereka. Maka metode dan media pembelajaran yang akan disampaikan kepada siswa sangat perlu diperhatikan. Baik aspek kognitif, psikomotorik, maupun afektif, seorang guru juga harus menguasainya dengan baik. Sebagai guru yang harus berada di kelas, menghadapi banyak siswa yang berbeda-beda karakter juga sangat memberi saya dan teman-teman pengalaman berharga. Saya dihadapkan dengan siswi kelas excellent, yang mana banyak diantara mereka lebih cepat menangkap materi yang telah saya sampaikan. Pernah suatu ketika saya menyampaikan satu materi yang tanpa sadar, ada sedikit kesalahan disitu. Kemudian salah satu dari mereka mendekat dan bertanya dengan tetap menggunakan sopan santun terhadap guru. Saya cukup takjub dengan hal ini, karena karakter dan sifat mereka kepada ilmu dan guru. Jika mencomot pengalaman teman sekelompok saya yang menghadapi siswa hiperaktif dan sedikit berbeda kemampuannya dengan teman lainnya dalam aspek kognitif. Fenomena seperti ini tidak bisa disamaratakan dengan siswa-siswi lainnya. Meskipun karakter bisa dibangun, namun perlakuan pada siswa yang lebih membutuhkan perhatian sedikit berbeda dengan siswa lainnya. Saya tidak menutupi apa yang menjadi fakta, hanya saja saya menyampaikan pandangan tentang hal ini, yang harus juga diperhatikan sebagai guru yang menghadapi siswa dengan banyak karakter. Guru harus banyak belajar dan tetap merangkul semua siswa, tanpa membeda-bedakan kemampuan mereka. Namun hal ini tidak menjadi hambatan bagi MTsN 1 kota Malang. Justru dengan adanya fenomena seperti ini, seluruh civitas madrasah akan semakin giat dalam mendidik dan membangun karakter positif. Baik di dalam kelas maupun di luar kelas.

 Madrasah tsanawiyah 1 kota Malang ini, menyediakan Ma’had bagi siswa-siswi yang ingin belajar ilmu intelektual sekaligus menimba ilmu agama. Oleh karena itu, tak hanya Pendidikan formal saja yang diberikan kepada peserta didik, tapi juga pendidikan karakter serta akhlaqul karimah sangat ditekankan baik kepada guru maupun peserta didik. Menurut saya, pembiasaan karakter yang sudah diterapkan merupakan salah satu pemicu  semangat dan capaian prestasi siswa-siswi Madrasah Tsanawiyah 1 Kota malang ini. Perpaduan prinsip modern, innovative, excellent school namun tetap menjunjung tinggi nilai-nilai agama yang dajarkan melalui ma’had. Meskipun tidak semua siswa berada di ma’had akan tetapi jika lingkungan yang didominasi nafas agamis semua juga akan ikut menghirupnya. Jika kita berada pada lingkungan positif dengan terbiasa juga akan mengikuti arusnya dan ikut merasakan nikmatnya. Menurut saya, hal ini juga menjadi factor kedua pentingnya menjunjung nilai karakter dalam dunia Pendidikan.

Beberapa waktu lalu MTsN 1 kota malang, berhasil mendapat medali emas dan perak dalam olimpiade bahasa arab. Setiap siswa yang didaftarkan untuk mengikuti lomba selalu diberi dukungan dan semangat oleh madrasah dan civitas madrasah melalui banner yang dipasang di depan gerbang madrasah. Contoh tersebut bertujuan agar siswa yang mengikuti kompetisi semakin semangat dan optimis bahwa ada pihak yang mendukung dan mendoakan mereka. Begitupun ketika mereka berhasil memenangkan lomba ataupun olimpiade, foto dan nama mereka juga akan dipasang di banner depan madrasah sebagai apresiasi yang baik selain mendapat medali dan trophy. Bapak kepala madrasah juga sempat menyampaikan kepada saya dan teman-teman pratikan, bahwa hal seperti itu akan terus dilakukan sebagai stimulus dan penyemangat siswa agar terus belajar dan berkompetisi. Menang dan kalah dalam sebuah kompetisi bukanlah tujuan utama, akan tetapi pengalaman merupakan pelajaran berharga yang tak semua orang bisa mendapatkannya. Gagasan seperti ini, secara tidak langsung ditanamkan di hati siswa-siswi MTsN 1 kota Malang. Dengan terus berusaha mendidik dan menemani siswa dalam belajar baik di bidang akademik maupun non akademik. Memberikan kesempatan bagi siswa untuk berkembang dan belajar. Tak lupa juga selalu berkomunikasi dengan wali murid tentang keadaan siswa di kelas maupun di luar kelas. Mengajak wali murid maupun wali santri untuk terus mendoakan dan mendukung putra-putrinya dalam belajar. Karena hal ini merupakan kunci keberhasilan dalam menuntut ilmu. Kebermanfaatan dan keberkahan ilmu tergantung pada tiga hal, yakni pada doa orang tua, keikhlasan guru dalam mendidik, dan usaha dan doa siswa dalam belajar.

Hal yang tertulis di atas merupakan pengalaman berharga yang saya dapatkan beserta teman-teman praktikan di MTsN favorit yang berlokasi di jalan Bandung kota Malang. Terkait prestasi siswa, keadaan kelas, karakter siswa dan guru, serta kegiatan lainnya yang belum bisa lengkap saya tuliskan di atas. Harapan saya semoga pengalaman ini bisa bermanfaat khususnya bagi saya dan apapun yang pernah saya berikan selama mengajar di sana, semoga bisa bermanfaat serta membawa nama baik universitas dan fakultas. Sekian dari saya, terimakasih banyak

 

 

 

Komentar